/**/
Kamis, 24 Juli 2014

Lefty ‘Timur’ yang Selalu Dikritik

Oleh rumahhati pada May 22nd, 2012

Lefty yang (katanya) Unik

Lefty atau yang sering disebut dengan kidal merupakan kecenderungan seseorang untuk lebih aktif menggunakan tangan kiri dibanding tangan kanannya. Ada yang salah dengan itu? Ya, jika Anda tinggal dengan budaya Timur tentu saja itu menjadi hal yanga tabu. Tapi, sekali lagi saya tekankan, “Salahkah?” Maksudnya, bukankah hak tangan kiri untuk lebih berperan.. Tangan kanan saja tidak protes, mengapa orang sekitar yang protes? Bahkan Paul McCartney, Angelina Jolie, dan Presiden AS Obama pun ‘seorang’ Lefty. Saya juga pernah iseng-iseng meng-googling tentang persatuan orang kidal. Ternyata ada! Namanya “The Left Handers Club”. Kumpulan orang yang menganggap kidal itu keren, bukan kelainan.

Tapi ini Timur, bung! “

“Terus Kenapa, Om?”

*tolongabaikan percakapan ini :D

 

Mengapa bisa tangan kiri yang dominan?

Si Lefty ini belahan otak kanannya lebih dominan dibanding otak sebelah kiri. Otak kanan adalah bagian otak yang berperan dalam mengasah kepekaan, kreativitas, emosi, seni, musik dan bahasa. Oleh sebab itu mereka yang lefty atau kidal cenderung lebih cerdas dan kreatif. Ini menurut penelitian Norman Geschwind, bukan saya (ya iyalah). Jadi tak perlu iri jika kami (uhuk) selalu diidentifikasi dengan kata-kata ‘indah’ seperti itu. Masih menurut peneliti tersebut, kidal juga bisa diakibatkan adanya pola pengasuhan (nurture). Bahkan bagi sebagian orang, kidal bisa terjadi karena faktor kecelakaan misal tangan kanan malfunction (tidak berfungsi) sehingga mau tidak mau dia harus menggunakan tangan kiri.

 

Ketika Lefty Dikritik

Saya masih ingat benar ketika menginjak usia TK. Tiba-tiba ditegur guru. Berkali-kali ditegur karena berkali-kali diingatkan tetap saja tangan kiri yang dipakai menulis. (Duh, cikgu.. namanya juga anak-anak :D ). Hingga akhirnya oleh mereka (guru dan orang tua),  saya ‘dipaksa’ untuk menulis dengan kanan. Tahukah rasanya? tersiksa. Baiklah saya aktifkan caps lock,bold dan underline kalo perlu: TERSIKSA! Berlebihankah? untuk anak seimut saya (gak usah protes!:P)  waktu itu tentu saja menyiksa. Meski akhirnya menyadari memang saya ‘salah’. Setidaknya lingkungan saya-lah yang membuat saya merasa salah. Dilihat kawan sekelas (hiperbola ceritanya) karena memakai tangan kiri membuat malu, terhina, dan terpojok (makin hiperbola).

Selain menulis yang paling memalukan adalah makan dengan tangan kiri. Nah! guru ngaji ikutan ngomong disini. Kalau yang ini saya mau tidak mau harus memakai tangan kanan, meski dengan perjuangan yang cukup berat. Kalau menulis masih bisa curi-curi kesempatan dengan si kiri, tapi kalau makan.. Duh, gimana yah.. :D

 

 

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Log in