/**/
Rabu, 22 Mei 2013

Blog Terkini
Oleh Aroem pada April 21st, 2013
Penggunaan agama sebagai salah satu alat berpolitik masih marak terjadi sekarang ini. Bukan hanya oleh lembaga-lembaga yang memiliki orientasi kegiatan keagamaan, namun juga oleh individu-individu, baik yang memang berada dalam lembaga keagamaan ataupun individu pemeluk agama. Terkadang, persoalan ini malah justru sering menyulut konflik di antara para pemeluk agama ataupun lembaga-lembaga keagamaan tertentu dan ahhirnya eskalasinya membesar dan menjadi konflik sosial. Persoalan isu agama ini, ketika digunakan oleh seorang individu dalam konteks kegiatan politiknya, memang tidaklah melanggar hukum. Namun begitu, persoalan etika dan moral menjadi muncul dalam hal ini, terkait pada moral dan integritas yang bersangkutan, apalagi individu

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Reiza_Patters pada April 21st, 2013

Bulan September 2013 nanti kota Pariaman akan memilih pemimpin barunya. Sejumlah nama sudah menjadi perbincangan warga. Sejauh ini ada sejumlah nama yang sudah meramaikan bursa calon pemimpin kota Pariaman seperti Walikota dan Wakil Walikota saat ini Mukhlis Rahman dan Helmi Darlis, yang pecah kongsi kepemimpinan. Lalu juga ada tokoh politik lokal seperti Mardison Mahyudin, ketua DPD Golkar, dan sejumlah tokoh lainnya.

Tapi yang menarik diantara nama-nama tersebut muncul nama Indra Jaya Pilliang. Berdasar survey yang dilakukan oleh Benua Institute, politisi nasional Partai Golkar yang akrab dipanggil IJP ini memiliki tingkat elektabilitas sebesar 10

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Reiza_Patters pada March 29th, 2013
Melihat dari sudut sempit kehidupan kita sendiri itu kadang menyenangkan, ketika apa yang kita inginkan dalam hidup bisa menjadi nyata. Setiap apa yang kita pikirkan selalu terasa sama dengan pemikiran yang ada di benak orang lain. Hidup berjalan seolah tanpa hambatan sesuai rencana yang dibuatpun hanya sekedarnya. Tak perlu merasakan kesulitan yang mungkin dirasakan orang lain. Ya, sangat menyenangkan sepertinya. Sialnya, hidup tidak semulus itu. Yang sering terjadi justru, saat kita melihat hanya dari sudut sempit itu, membuat kita buta akan kehidupan lain di sekitar kita. Membuat kita kehilangan kepekaan untuk merasakan apa yang terjadi di sekeliling diri kita. Membuat kita

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Aroem pada March 16th, 2013
Berita meninggalnya seorang bocah 11 tahun yang menjadi korban pemerkosaan oleh ayahnya sendiri, akibat infeksi otak yang juga diduga akibat kekerasan pukulan benda tumpul di kepalanya ini seperti menyengat pikiran, hati, moralitas dan nurani kita sebagai manusia.Bagaimana tidak, korban masih duduk di kelas 4 SD dan belum mengerti apapun yang terkait dengan hubungan seksual, diperkosa oleh ayahnya sendiri. Entah iblis apa yang merasuki ayahnya yang berperilaku lebih kejam dari binatang. Hal ini seperti sebuah teguran bagi kita, yang merasa sebagai kaum terdidik dan beradab, bahwa ada sesuatu yang salah dalam peradaban bangsa ini. Nilai-nilai moral, norma agama dan etika kemasyarakatan sudah

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Aroem pada March 16th, 2013

  Peran perempuan dalam kehidupan politik di Indonesia selalu menarik untuk diperdebatkan. Apalagi dalam sebuah masyarakat yang memiliki sejarah budaya patriarki yang sangat kuat, peran dan partisipasi politik perempuan terasa perlu untuk terus didorong naik ke permukaan. Bagaimana stereotip terhadap perempuan sebagai kaum yang selalu dianggap lemah, tidak patut mengatur dan memimpin, tidak memerlukan pendidikan tinggi karena hanya akan berada di rumah, dan sebagainya itu mendegradasi dan terus menihilkan peran perempuan dalam kehidupan sosial politik dan kepemimpinan dalam masyarakat. Partisipasi politik perempuan tersebut, seyogyanya tidak melulu harus dilekatkan dengan keterlibatan secara personifikasi kaum perempuan dalam sturuktur politik

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Olivia pada March 16th, 2013
Java chip frapuccino menemani soreku hari ini. Sore yang santai yang sedang kunikmati dengan kesendirianku. Aku masih tertegun berusaha mengingat-ingat obrolanku dengan salah seorang sahabat hari ini. Seorang mahasiswi lulusan Psikologi UI yang kini berprofesi menjadi seorang guru di salah satu sekolah swasta di selatan Jakarta. Seorang wanita hebat yang berani meninggalkan karirnya sebagai seorang banker profesional dan memilih menjadi seorang guru untuk mengikuti hasratnya untuk berbagi ilmu dan membangun negerinya. Cerita kami sore ini tentang  pengalamannya sebagai tenaga pengajar dan pola pendidikan di negeriku tercinta Indonesia ini. Diskusi itu juga membahas mengenai kurikulum baru yang akan diwajibkan

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Olivia pada March 14th, 2013

Aku, si anak digital yang hidup dengan dunia maya, isi dunia ada dalam genggaman. Hampir setiap hari aku pasti membuka akun burung biru baik hanya untuk menyapa teman-temanku diluar sana, membaca info dan berita terkini, sampai sekedar ingin tau apa yang dilakukan orang-orang seharian ini. Tetapi belakangan ini hatiku selalu gusar ketika aku membaca berita terkini yang selalu muncul pada akun burung biruku. Bukan karena banyaknya promosi potongan harga yang terkadang membuat pusing, bukan pula banyaknya berita politik yang terkadang hanya janji janji palsu para politisi. Bukan pula berita kisah cinta para selebritis

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Olivia pada February 26th, 2013
Hari ini pukul 3 dini hari, di waktu yang tak logis untuk berfikir keras ini, entah mengapa tiba-tiba saja aku teringat dan memikirkan tentang obrolan panjang yang terjadi hari ini. Diskusi dengan konteks pembahasan yang sebetulnya sederhana mengenai beda zaman, beda generasi dan beda sudut pandang yang berdampak pada aksi dan reaksi dalam menghadapi serta menjalani kehidupan. Sering kali kita mendengar cuplikan kalimat berisikan ucapan-ucapan dalam keseharian seperti, “yah maklumlah, namanya juga anak jaman sekarang…” atau “heran ya anak jaman sekarang itu....” atau “anak jaman sekarang itu jangan disamain dengan anak jaman dulu”. Demikian kira-kira kalimat-kalimat yang sebetulnya bernada permisif

(Baca Selengkapnya...)

Oleh Reiza_Patters pada February 22nd, 2013

Kosong. Perasaan itu hinggap dalam pikiranku malam ini. Entah kenapa malas betul memikirkan banyak hal yang justru selama ini menggelayuti akal pikiranku. Seperti malam-malam yang lain, semestinya aku sedang sibuk berjibaku menyiapkan tulisan tentang isu penting, yang biasanya, aku anggap menyangkut hajat hidup orang banyak. Atau sedang mensosialisasikan gagasan akan kebaikan-kebaikan dari orang yang aku teladani. Namun entah mengapa, malam ini berbeda dari biasanya.

Kosong. Lapangan yang menjadi fasilitas umum di lingkungan rumahpun terlihat sepi. Lengang, tanpa ada anak-anak muda yang berkumpul. Seperti malam-malam sebelumnya, semestinya di lapangan itu berkumpul anak-anak muda yang sibuk

(Baca Selengkapnya...)

Oleh rumahhati pada October 5th, 2012
 

Aku bukannya tak peduli padamu,

Aku hanya ingin merasakan rindu dalam sunyi, hari ini..

Menatapmu dengan penuh rasa ingin tahu menjadi keseharianku. Menurutmu menyedihkan? Dunia jika tahu juga pasti akan menertawakanku. Tapi tenang saja, rasa malu itu sudah habis terkikis keindahanmu. Dan aku akan tetap menatapmu disini. Dari sini. Karena aku masih disini. Di pelabuhan kecil.. Masih ingatkah tentang cerita sepotong senja? Ternyata ia masih setia disana, dengan horizon yang sama.. Garis langit yang sama. dan violet yang senantiasa menghapus luruhkan duka. Masih ingatkah kau? Ah, aku tak peduli. Yang aku peduli, aku

(Baca Selengkapnya...)

Log in