Kamis, 20 Juni 2013
FEATURES :      Blog    • Kirim Artikel    • Komunitas SahabatKJ    • Galeri Foto    • Video
Belajar Dari Ratu Sampah
KabarPerempuan   Faisal Fadly  |  Sabtu, 24 Desember 2011 - 07:52:12 WIB  |  2 komentar
Share |
BERITA TERKAIT

KabarJakarta.com - Malam itu belum terlalu larut, jam ditangan saya pun masih menunjukan pukul 7.30. Amilia Agustin, seorang remaja wanita peraih hadiah penghargaan tentang kompos saya temui dengan suasana makan malam di kaki Gunung Gede - Pangrango, tepatnya Sarongge, Kabupaten Cianjur. 

Dengan menggunakan baju terusan coklat bercorak seraya mengunyah makan malam nya, Amilia remaja yang akrab disapa Ami ini masih fasih menjelaskan tentang ide-ide nya mengenai ide tentang sampah yang selama ini selalu menjadi masalah setiap kota.

Apa yang melatari kamu sehingga kamu bisa berkecimpung dalam pengelolaan barang-barang sisa pakai ?

Awalnya aku suka jengkel melihat orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan. Padahal,biasanya tempat sampah itu sudah disediakan dua. Satu buat sampah organic. Dan satu untuk sampah unorganic. Dengan sesuka hati mereka membuang sampah pada tempat yang salah. Lalu, aku mulai dengan diri sendiri untuk membiaskan diri dan membuang sampah pada tempatnya. Setelah itu, aku mulai membuat sesuatu yang bermafaat dari sampah tersebut. seperti dijadikan kompos atau barang-barang lainnya.

Lalu,ide itu mau dibawa kemana lagi ?

Jadi saya ingin memberdayakan sampah untuk kegiatan ekonomi juga. Maksudnya,saya ingin sampah yang sudah tidak bisa dipakai itu bisa di recycle menjadi sesuatu barang yang berguna atau menjadi nilai ekonomis

Memangnya, sudah dijadikan apa saja sampah-sampah tersebut ?

Banyak. Saya bersama teman-teman yang lain bisa mengubah bungkus-bungkus indomie menjadi sajadah. Semua itu dikerjakan oleh tangan ibu-ibu. Selain itu,juga kami mengajak anak-anak yatim piatu.

Siapa saja yang kamu ajak dalam ide ini ?

Semuanya. Semua orang. Saya bersama teman-teman saya disekolah membuat sebuah komunitas lingkungan. Sengaja saya tidak membuat komunitas tersebut dengan nama sekolah saya belajar. Khawatir nanti banyak yang tidak mau bergabung.

Apa pesan kamu untuk anak-anak muda seperti kamu ?

Anak muda itu chance maker. Jadi, kalau kita mau berubah. Ya,harus kita memulai. Mungkin menanam satu pohon itu kecil buat dunia. Tapi,manfaatnya begitu banyak. Kalau kamu bisa untuk tidak buang sampah sembarangan maka jangan buang sampah sembarangan. Saya teringat ada sebuah ucapan. "Jika kamu bukan orang sembarangan maka jangan buang sampah sembarangan"

Share |
KabarPerempuan Lainnya