Minggu, 19 Mei 2013
FEATURES :      Blog    • Kirim Artikel    • Komunitas SahabatKJ    • Galeri Foto    • Video
Angkutan Buruk, Foke Tunggu Penjamin Dana
KabarWarga   Pay  |  Kamis, 10 Mei 2012 - 19:31:52 WIB  |  1 komentar
Share |

Sumber Foto : ciluk-ba.com

Asap buangan yang hitam kerap kali mengganggu pernafasan masyarakat
BERITA TERKAIT

KabarJakarta.com – Umur kendaraan yang sudah sangat tua menyebabkan banyak kendaraan umum di Jakarta sebenarnya tidak laik jalan. Hal itu menyebabkan tidak optimalnya pelayanan dari banyak bus transportasi yang selama beredar di ibukota. 
 
“Memang diakui banyak transportasi umum yang saat ini beredar usianya sudah mencapai 20 tahun. Hal ini perlu ditindak serius. Namun tetap harus memperhatikan peraturan yang berlaku agar tidak menimbulkan polemik dikemudian harinya,” kata Foke, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Kamis (10/05).
 
Untuk memecahkan masalah tersebut, Fauzi yang saat ini ikut mencalonkan diri kembali sebagai gubernur untuk periode 2012-2017 akan mengikutsertakan seluruh peran serta dari mereka yang berkepentingan dalam masalah ini.
 
“Memang nanti perlu dibuat Workshop yang disertakan pula para stakeholder yang terkait dalam masalah peremajaan angkutan kota yang sudah tua tersebut,” kata Fauzi.
 
Gubernur pun mengharapkan dari workshop tersebut ada jalan keluar mengenai tentang peremajaan hal tersebut. 
 
“Nanti dari sana kita pertimbangkan lagi, apakah harus menggunakan kredit dan perlu juga dicari lembaga penjaminnya,” ujarnya.
 
Menanggapi hal tersebut, ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azaz Tigor Nainggolan menyarankan pemprov membuat suatu lembaga penjamin. 
 
“Untuk bisa dipercaya oleh perbankan, perlu dibuatkan sebuah lembaga yang dapat dipercayai oleh bank. Perusahaan angkutan di DKI tidak dikelola dengan professional, maka sulit dapat dana,” tegas Tigor
 
Tigor menggambarkan bahwa saat ini ada sekitar 32 ribu angkutan umum yang beroperasi di Jakarta. Dan dalam hitungannya terdapat sekitar 70 persen angkutan di Jakarta yang tak laik jalan. 
 
“70 persen tersebut harus diremajakan,” begitu katanya.
 
Tigor juga berharap peran serta pemerintah pusat dalam menanggulangi masalah kemacetan yang ada di DKI. Karena menurutnya, pusat selama ini terlihat acuh terhadap kemacetan yang terjadi di wilayah ibu kota.
 
Seperti diketahui, banyak dari masyarakat yang mengeluhkan tentang kondisi angkutan yang sebenarnya tidak laik jalan lagi. 
 
“Asap yang hitam dan kondisi yang buruk bikin saya malas untuk naik bus di Jakarta,” ujar Ade, salah satu pengguna motor di Jakarta.
 
Share |
KabarWarga Lainnya
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini
Adi
10 Mei 2012 - 21:17:05 WIB
padahal dana banyak, kenapa sih pemprov ga mau nalangin dulu. takut bener duit kampanye nya kepake ya kong?
Nama :
Website :
Komentar  
   
   (Masukkan 6 kode diatas)