KabarPerempuan
Bu Sofiah,Sampah dan Ketegaran Seorang Ibu
oleh : Mahdal - Minggu, 25 September 2011 - 00:00:13 WIB
Sumber foto :

KabarJakarta.com - Dikala sang raja siang masih enggan menyibak pekatnya selimut malam, dikala sebagian kita sedang tertidur pulas, bahkan sang penanda fajarpun baru bersiap-siap menunggu aba-aba untuk melantunkan suara merdunya menggeliatkan bumi yang dingin ini, seorang wanita separuh baya sudah harus berlomba dengan waktu, mengalahkan rasa dingin yang menusuk tulang rentanya, menahan rasa kantuk yang menggelayuti matanya, membuang rasa lelah yang menari-nari diseluruh tubuhnya, dia harus bertahan di tengah amukan kehidupan Jakarta yang kian hari kian tak terkendali.

Bu Sofiah adalah salah satu potret warga Jakarta yang tak pantang menyerah itu, warga cakung cilincing yang berusia 54 tahun ini adalah satu dari sekian banyak petugas kebersihan di area seputar Monumen Nasional atau yang kita kenal MONAS. Sejak dari pukul 4 pagi dia sudah dengan lincahnya memainkan sapu kesayangannya, mengayunkannya ke kanan, ke kiri, ke depan dan ke belakang, melahap semua sampah yang terus mencoba meledeknya.

Pagi yang cerah itu, ketika aku dan istri tercintaku berolahraga kecil di seputaran MONAS, kuberanikan langkahku untuk menghampirinya, ya aku hanya ingin menyapanya ditengah kesibukannya itu, perlahan-lahan aku berjalan mendekatinya dan mulai menyapanya "maaf Ibu, apa kabarnya?", dengan senyum dia menyambut sapaanku "Alhamdulillah baik", itulah pembuka pertemuan berharga tersebut, pembicaraan yang hangatpun terjadi pagi itu sehangat sang mentari yang mulai beranjak dari peraduannya, pembicaraan kami tak berlangsung begitu lama, hanya sekitar 5 menit karena aku tahu dia sedang menjalankan kewajibannya menjaga kebersihan sang ikon Jakarta tersebut hingga pukul 6 sore nanti, itu dia lakukan setiap hari tanpa libur, 14 jam setiap hari, 7 hari dalam sepekan jika dia ingin mendapatkan imbalan sebesar 1 juta setiap bulannya, jika sehari saja dia tidak masuk untuk bekerja maka akan berkuranglah uang bulanan yang akan di terimanya.

Di momen-momen tertentu , Bu Sofiah diinstruksikan untuk ekstra waktu dan tenaga dalam menjaga kebersihan Monas agar tetap sedap dipandang mata, setiap ekstra waktu dan tenaga yang dikeluarkannya di hargai 5 ribu rupiah setiap jamnya.

Cukup ga cukup ya di cukup cukupin mas, itulah kata-kata Bu Sofiah yang cukup mengena di hati saya, singkat padat dan straight to the point, betapa kita harus bersyukur atas apa yang kita terima selama ini dan terus berjuang untuk berbuat yang terbaik.

Hmmmm...satu sisi sampah menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang seperti bu Sofiah, ada sampah berarti ada uang yang mengalir padanya, tapi satu sisi rasanya sekelumit liputan diatas membangunkan hati kita bahwa apa yang Bu Sofiah lakukan tidak setimpal dengan apa yang dia terima,  bagi kita yang sering membuang sampah sembarangan maka sudah selayaknya lah kita tersadar dan mulai dari yang kecil untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga kita ikut serta meringankan beban pekerjaan orang-orang seperti Bu Sofiah dan turut menjaga lingkungan kota kita, ga usah nunjuk batang hidung orang lain karena kita juga punya hidung, kita mulai dari diri kita pribadi, karena perubahan akan terwujud dimulai dari individu yang mau bergerak ke arah yang lebih baik,  Nyok kita berkontribusi untuk jadikan jakarta lebih baik!. (MF)


KabarPerempuan Lainnya
+ advertisement kabarjakarta
+ advertisement kabarjakarta
Blog
  • Perenungan

    Di penghujung bulan suci tahun ini, perenungan menjadi ritual yang melelahkan. Berbagai kejadian ...

    reiza_patters
  • Perjuangan Perempuan, Untuk Perempuan

    Dewasa ini, dengan semakin terbukanya alam demokrasi di Indonesia, semakin terbuka pula peluang ...

    dwie_aroem
  • IJP-JOSS Pariaman 1, Rebut Indonesia Dari Pinggiran

    Masih teringat suasana haru di saat deklarasi pasangan calon waklikota dan wakil walikota Pariaman ...

    reiza_patters
  • Dilema Ruang Terbuka Jakarta

    Dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, daya dukung dan daya tampung lingkungan harus ...

    reiza_patters
  • Agama Sebagai Komoditas Politik: Persoalan Etika dan Moral

    Penggunaan agama sebagai salah satu alat berpolitik masih marak terjadi sekarang ini. Bukan hanya ...

    dwie_aroem
  • IJP: Tokoh Alternatif Untuk Pariaman Yang Lebih Baik

    Bulan September 2013 nanti kota Pariaman akan memilih pemimpin barunya. Sejumlah nama sudah ...

    reiza_patters
  • Living The Life To The Fullest

    Melihat dari sudut sempit kehidupan kita sendiri itu kadang menyenangkan, ketika apa yang kita ...

    reiza_patters
  • Kesetiakawanan Sosial Sebagai Jaring Pengaman & "Alarm Sosial"

    Berita meninggalnya seorang bocah 11 tahun yang menjadi korban pemerkosaan oleh ayahnya sendiri, ...

    dwie_aroem
  • Agenda Politik Perempuan: Merebut Kursi & Prestasi

      Peran perempuan dalam kehidupan politik di Indonesia selalu menarik untuk ...

    dwie_aroem
  • Aku dan Sisi Kecil Pendidikan Indonesia

    Java chip frapuccino menemani soreku hari ini. Sore yang santai yang sedang kunikmati dengan ...

    olivia